Ingin Sesuatu Yang Lebih Baik Untuk NKRI ( National Air Power )

“Keunggulan Udara Akan Selalu Dapat Dicapai Dengan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Slogan tersebut dapat kita baca saat kita memasuki gerbang Akademi TNI Angkatan Udara di bawah tugu Aruna dan Aruni. Langit bukanlah habitat manusia, karena manusia diciptakan tanpa sayap. Terinspirasi oleh burung yang dapat bergerak bebas di udara maka Wright bersaudara menciptakan “besi terbang” yang lazim kita ketahui saat ini bernama pesawat terbang. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mutakhir saat ini pesawat terbang telah menjadi persenjataan handal  dalam dunia kemiliteran. Udara adalah ruang tanpa batas, dengan pesawat terbang yang canggih banyak Negara-Negara di dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan Air Power baik untuk defensif maupun ofensif.

Air Power pertama kali diaplikasikan pada perang dunia kedua  saat pengeboman Hirosima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat kepada Kerajaan Jepang. Jepang menyerah tanpa syarat dan menjadi tonggak sejarah bagi Amerika Serikat menjadi sebuah Negara Adi Daya karena memiliki Air Power yang kuat. Ditahun 1990an Amerika Serikat telah berhasil pula  membombardir Negara Irak yang kita kenal dengan “Perang Teluk”. Dua kasus tersebut telah menunjukan betapa pentingnya peran Air Power untuk dapat menyusup jauh di belakang pertahanan lawan maupun sebagai penangkal, penghancur, memecah belah konsentrasi kekuatan lawan dan sebagai pengalih gerakan kekuatan lawan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang memiliki kurang lebih 17.500 pulau mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Sudah seharusnya kita mengembangkan Angkatan Perang Negara Kepulauan. Khususnya bagi TNI Angkatan Udara dalam menjaga wilayah yuridiksi Nasional mutlak untuk mengembangkan National Air Power yang dapat menjadi kekuatan penangkal dari masuknya berbagai ancaman dari luar perbatasan. “Jika kita bisa menangkal kekuatan musuh sebelum mereka memasuki Negara Indonesia kenapa harus menunggu mereka datang dan membombardir kita”. Defensif bukan berarti menunggu, tetapi tetap bertahan sampai titik darah penghabisan dengan cara menghalau, mengusir maupun menghancurkan lawan yang terdeteksi mengancam kedaulatan NKRI.

Definisi Air Power

Air power selalu sulit untuk di definisikan, tergantung sejauh mana pemahaman seseorang terhadap Air Power tersebut. British Royal Airforce mendefinisikan Air Power sbb :

“The ability to project power from the air and space to influence the behaviour of people or the course of events”

Kemampuan untuk mengerahkan kekuatan udara guna mempengaruhi kebiasaan emosi, sikap, tingkah laku, opini dan motivasi musuh atau untuk tujuan tertentu.

Air Power menurut William Mitchel, bahwa Air Power adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu di udara termasuk di dalamnya angkutan udara dan tidak ada satu titik pun di dunia ini yang luput dari pengaruh kemampuan pesawat terbang, dengan Air Power dunia akan lebih mudah di kuasai.

Sedangkan Alexander P. De Seversky mengatakan Air Power ditentukan setelah pesawat take off, ketika pesawat tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kekuatan darat dan laut maka hal tersebut bukanlah Air Power, sebaliknya jika pesawat tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi Angkatan Udara dalam mencapai tujuannya maka pesawat tersebut merupakan perangkat Air Power.

Karakteristik Air Power

1. Kecepatan. Kekuatan udara dapat menuju sasaran/target operasi ( troublespot ) dengan cepat sebagai wujud kehadiran militer di Negara berdaulat dan perannya dapat berubah – rubah menyesuaikan kondisi dan kebutuhan saat itu baik sebagai attacker, defence maupun support.

2. Ketinggian. Kekuatan udara jauh dari serangan darat maupun laut.

3. Daya Jangkau. Operasi Udara dapat dilaksanakan dari pangkalan yang jauh dari kekuatan militer musuh. Sebagai contoh, saat Operasi NATO, British RAF ( Royal Air Force ) menerbangkan pesawat tempur Tornado dari pangkalan di German untuk menyerang sasaran di Kosovo. Misi tersebut didukung pula dengan pengisian bahan bakar di Udara.

Keterpurukan perekonomian bangsa sejak pertengahan tahun 1997 telah membawa Bangsa Indonesia pada posisi terjepit. Dapat dimaklumi jika pemerintah lebih konsentrasi pada sektor kesejahteraan Rakyat Indonesia dan berimbas negatif terhadap penyediaan suku cadang alutsista pertahanan Negara. Kondisi yang kurang menguntungkan bagi TNI pada umumnya dan juga bagi TNI AU pada khususnya sebagai pelaksana pertahanan udara yang sangat membutuhkan suku cadang untuk mempertahankan kesiapan operasinya. Ditambah lagi dengan adanya beberapa alutsista yang sudah sangat uzur usianya dan memerlukan peremajaan maupun pergantian dengan unit yang lebih baru dan canggih belum dapat terpenuhi dikarena biaya belanja negara untuk pertahanan udara sangat mahal dan menyebabkan Air Power yang kita miliki lambat laun semakin melemah. Kurang lebih satu dekade setelah kemerosotan ekonomi bangsa TNI AU terpaksa harus meng-grounded beberapa alutsista yang dinilai sudah terlalu uzur dan banyak memakan korban putra-putra terbaik bangsa, bahkan yang terparah adalah pada tahun 2009 dimana dalam satu tahun terjadi empat accident yang menyebabkan pesawat total lost dan memakan korban yang tidak sedikit. Merupakan memori pahit bagi sejarah perkembangan kedirgantaraan Indonesia.

Apa yang terjadi tentunya tidak pernah melemahkan semangat juang serta moril tentara langit yang kita banggakan. Kita yakin bahwa ada saat terjatuh pasti ada saatnya bangun kembali. Dengan mulai membaiknya perekonomian bangsa, pemerintah pun mulai memperhatikan kesejahteraan prajurit serta meng-upgrade beberapa alutsista TNI AU. Harapan begitu besar dan bukan sekedar pengharapan. 10 buah pesawat multirole fighter  telah hadir di langit Indonesia, kehadiran pesawat canggih buatan Rusia tersebut cukup menggetarkan nyali tetangga serumpun maupun tetangga dari belahan bumi selatan. Trauma dengan kebesaran Air Power Indonesia di tahun 60 an, sehingga terlihat sekali para tetangga tersebut euphoria belanja senjata yang secara analisa untuk mencegah kebangkitan kembali “Macan Asia Tenggara” dari tidur panjangnya. Ditambah lagi tahun 2012 akan datang pesawat Super Tucano yang akan mengisi kekosongan di Skadron Udara 21, kemudian pergantian pesawat uzur MK 53 HS Hawk dengan pesawat buatan Korea T-50. Penambahan pesawat F 16 buatan Amerika Serikat serta proyek yang masih kita mimpikan yaitu KFX/IFX sebuah kolaborasi anak-anak bangsa dengan Negara Korea Selatan. Demikian pula dengan penambahan pesawat angkut dan helikopter. Bukan hanya pesawat saja, tetapi di beberapa tempat/spot telah dipasang Radar GCI maupun Early Warning yang setiap saat bisa meng-cover seluruh wilayah kepulauan Indonesia dan mencegah masuknya ancaman dari luar perbatasan Negara Indonesia.

“I see the work of those at the less glamorous but equally critical end,

Keeping the air bridge up and running, keeping our forces supplied,

The medics, the mechanics, the armourers, the analysts, the air traffic controllers.

All the support staff that keep the organisation delivering at the sharp end

It’s not all about fast jets.”

Kata-kata diatas bukanlah buatan penulis, tetapi menurut penulis sangatlah bagus dan dikutip dari paparan Air Power milik British Royal Airforce. Yang intisarinya adalah, untuk menciptakan Air Power yang kuat harus satu paket dengan alutsista pendukung lainnya seperti persenjataan, dukungan spare part, radar dan lainnya agar apa yang menjadi tugas pokok organisasi dapat berhasil dengan sempurna.

Memiliki National Air Power yang kuat seakan akan sudah di depan mata dan betapa bangganya bisa menjaga keutuhan NKRI secara maksimal dengan didukung alutsista yang memadai. Kedepan para tetangga harus berfikir ribuan kali untuk mengklaim wilayah NKRI dan rakyat merasa terlindungi baik di dalam maupun di luar negeri karena tidak perlu ada saudara saudara kita yang merantau di negeri orang yang dilecehkan lagi. Keberhasilan berawal dari usaha, usaha berawal dari rencana dan rencana berawal dari angan-angan. Semoga keutuhan NKRI tetap terjaga.  Kerajaan Sriwijaya telah menjadi Majapahit, Kerajaan Majapahit telah menjadi NKRI dan mari kita jaga agar NKRI tetap HARGA MATI.

Wassalam

SevenEleven

“Yang Terus Bergerak Maju”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s