Sesuatu Yang Pernah Ada dan Hilang ( Kenapa Tidak Dilanjutkan )

Sejak Selat Malaka dikuasai Portugis pada tahun 1511, secara tidak langsung bangsa besar yang pernah mengalami kejayaan mulai terkubur dan hilang di percaturan politik benua ini dan menjadi bukti bahwa begitu besarnya peranan Selat Malaka dalam percaturan politik dan ekonomi bangsa-bangsa di Nusantara. Di atas bumi dan laut Nusantara yang saat ini bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dianugerahi oleh Sang Khalik sebuah daerah strategis diantara dua benua dan dua samudera.

Menurut Nurani Chandrawati (pengamat politik dari UI) ’’Selat Malaka merupakan jalur perdagangan penting. Amerika Serikat  ingin terlibat dalam penjagaan keamanan di Selat Malaka dari piracy terrorism. Sebab, Amerika khawatir  keamanan energi mereka diganggu di Selat Malaka”.

Kawasan Timur Tengah adalah pensuplai minyak terbesar di dunia, dengan urutan terbesar adalah Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait dan Uni Emirat Arab. Sedang Indonesia adalah satu-satunya jalur pelayaran yang paling ekonomis untuk dapat mensuplai minyak menuju ke Negara-Negara Industri Raksasa seperti China, Jepang, Korea, Australia dan Benua Amerika. Bila dibandingkan dengan pelayaran memalui jalur Samudra Altantik sangatlah riskan karena harus melewati jarak panjang dengan ombak besar tanpa ada daratan yang aman jika terjadi kondisi emergency. Minyak adalah komponen inti bagi Negara-Negara tersebut dalam mengembangkan Industri militer maupun industri strategis lainnya.

Terdapat empat titik strategis yang dimiliki Indonesia yang dapat dilalui kapal-kapal tangker pembawa minyak tersebut. Adalah Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok dan Perairan Laut Banda. Sangat disayangkan pengelolaan kawasan strategis tersebut belum optimal karena selain sering terjadi perompakan oleh gerakan-gerakan teroris di kawasan tersebut telah ikut serta Armada ke Tujuh milik Angkatan Laut Amerika Serikat lengkap dengan kekuatan udaranya yang berdalih membantu keamanan jalur perdagangan Dunia. Selain itu Negara Singapura pun dengan sistem militer paranoidnya telah menguasai ruang udara di sekitar Selat Malaka, terbukti semua pesawat terbang yang terbang melalui atas Selat Malaka wajib melapor kepada controller di Changi Airport sehingga sangat membatasi pergerakan pesawat militer Indonesia dalam pelaksanaan Operasi Patroli Udara. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu ada jika NKRI memiliki Angkatan Perang Negara Kepulauan seperti halnya pernah dilakukan Negara Majapahit dimasa Kejayaannya.

Sebuah pencerahan dan pengharapan yang amat besar dengan berkembangnya industri militer Nasional yang pernah jaya dimasa orba kemudian menjadi lesu karena krisis keuangan negara dan saat ini mulai bangkit kembali dengan dikirimnya putra-putra terbaik bangsa ke Negara Korea Selatan untuk sebuah proyek Korean/Indonesian Fighter Experimental. Yaitu sebuah proyek pembuatan pesawat tempur canggih dengan kemampuan All Weather Attack dan Multirole Fighter Aircraft. Di era modern untuk menjadikan sebuah Angkatan Perang Negara Kepulauan maka TNI AU dan TNI AL harus kuat dan dikembangkan secara maksimal. Dengan memiliki industri pesawat tempur nasional yang mandiri sehingga tidak perlu bergantung kepada Negara-Negara lain.

Satu pertanyaan yang semoga menggugah semua yang membaca artikel ini. Sanggupkah kita melaksanakan komitmen ini?

Berikut kita simak Amukti Palapa sang Patih Gajah Mada :

Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”

Terjemahannya,
Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

Majapahit adalah sebuah negara kesatuan dengan kekuatan Maritim yang handal. Saat ini kita perpijak di atas bumi dan laut yang sama dengan Negara Majapahit. Kenapa tidak kita lanjutkan saja sesuatu yang pernah membuat bangsa ini jaya?  Perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan teknologi menjadikan kekuatan udara sebagai unsur penting dalam konsep Angkatan Perang Negara Kepulauan. Suka atau tidak perkembangan zaman tidak dapat ditolak. Tanpa mengecilkan arti yang lain, mari kita berfikir tidak sektoral. Semoga Angkatan Perang Negara Kepulauan dapat terwujud di Negara Kepulauan NKRI.

Wassalam

SevenEleven

2 thoughts on “Sesuatu Yang Pernah Ada dan Hilang ( Kenapa Tidak Dilanjutkan )

  1. Anak2 bangsa yg cinta NKRI ayo teruskan merebut teknologi militer, agar saudara2 kita akan mendapatkan pekerjaan dan akan mendapatkan kesejahteraan. Negara lain sdh duluan mendapatkan teknologi militer modern dan kita akan mendapatkan melalui anak2 muda yg gila Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jayalah NKRI…terus semangat anak2 muda penerus bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s