Keseimbangan Antara Positif dan Negatif

Keseimbangan Antara Positif dan Negatif

Sun Tzu bersabda, bahwa “jika ingin memenangkan perang, maka ketahuilah kekuatan musuh dan kekuatan diri sendiri”. Kemudian seirong perkembagan zaman dan teknologi teori tersebut menjadi “kuasailah informasi, maka dunia ada ditanganmu”.Sebuah teori yang amat bagus jika diterapkan untuk memajukan Bangsa Indonesia. Baik informasi positif maupun yang negatif sangat dibutuhkan dalam membangun Indonesia, informasi negatif yang membangun dari (yang biasa kita sebut) oposisi dalam bentuk kritik-kritik yang membangun  sehingga dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang lampau dan informasi positif  dalam hal membangun moril bangsa yang beradab bahwa bangsa ini bukanlah bangsa yang gagal. Tulisan ini saya buat buat siapa saja yang mau menyadari pentingnya keseimbangan informasi untuk bangsa Indonesia dan juga untuk diri pribadi sebagai insan Indonesia yang ingin terus maju.

Apa yang akan terjadi jika tidak ada keseimbangan antara informasi positif dan negatif? Saya sengaja duduk manis didepan televisi mulai dari pukul 6 pagi sampai 10 malam tentunya kecuali makan, minum dan sholat (maaf saya sedang cuti akhir tahun yang sudah 5 tahun tidak saya ambil hak tersebut), akan tetapi yang saya dapatkan adalah melulu tentang kejahatan, kriminal dan sengan sedikit “bumbui” kepentingan” golongan tertentu (maaf jika ada yang terganggu dengan kalimat tersebut, karena opini pribadi saya berkata demikian).

Sangat disayangkan jika sedikit informasi yang sampai di masyarakat tentang ; berapa banyak rakyat yang tahu bahwa saat krismon 1998 inflasi sampai ke angka 77% dan sekarang angka tersebut hanya 5% ; berapa banyak yang tahu potensi Indonesia yang siap untuk menggeser posisi Rusia dalam BRICs ; berapa banyak yang tahu bahwa China sudah siap untuk menjadi “The Big Brother of Asia” dengan Indonesia yang dipercaya oleh negara-negara ASEAN untuk maju mengimbangi China dimasa 10 – 15 Tahun yang akan datang ; dan berapa banyak rakyat Indonesia yang tahu bahwa “good governance” yang buruk dinilai oleh international bukan berasal dari siapa pemimpinnya, akan tetapi dari perbedaan”warna” yang berkibar di hati.

Jika kita merefensi dari kata-kata Sun Tzu, sebenernya kita sudah kalah sebelum berperang karena ketidak seimbangan antara informasi negatif dan positif, sehingga kita tidak pernah paham seberapa kekuatan kita yang sesungguhnya. Orang bijak berkata, “musuhmu adalah dirimu”. Iya, musuh bangsa Indonesia saat ini bukanlah teroris, bukan juga Amerika, bukan China, bukan Malaysia dan bukan siapa pun juga, melainkan Bangsa Indonesia sendiri.
Marilah, kamu…saya…kalian, mbok, kakek, nenek, adek, abang. Mari kita bangun dari tidur panjang,bekarya dan berusaha. Carilah sebanyak-banyaknya informasi yang positif untuk mengimbangi informasi negatif yang kebablasan. Untuk anda, saya, kita, kami, kamu dan seluruh rakyat Indonesia mencapai kemajuan dan kejayaan dimasa mendatang.

Saya Yang Ingin Mencari Sisi Positif  Yang Hilang

SevenEleven

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s