Pancasila: Sebuah Ideologi Pemersatu Perbedaan Bangsa

1 Juni, Untuk Indonesia Raya,

Sejenak flashback menuju masa 7 abad yang lampau dimana sebuah ambisi besar yang dikumandangkan oleh “Sang Panglima Besar” Mahapatih Gadjahmada dalam Sumpah Palapa untuk mempersatukan wilayah Nusantara menjadi suatu Negara Kesatuan di bawah Panji-Panji Kerajaan Majapahit. Keberhasilan Sang Mahapatih tentuna sudah kita ketahui dengan tunduknya sebagian besar wilayah pesisir Nusantara pada pangkuan Majapahi Sang Ibu Pertiwi pada saat itu. Selatan Negeri Siam, Semenanjung Melayu, Pesisir Kalimantan serta sebagian dari Kepulauan Sunda Kecil (Indonesia Bagian Timur saat ini) mengakui wilayahnya sebagai bagian ataupun vasal vasal Negara Majapahit. Namun, semua itu berlangsung lebih dari dua abad dalam kekuasaannya yang disebabkan bukan karena kalah perang oleh Negara musuh, melainkan hancur tak berbekas karena pertikaian antar sesama bangsa dalam bentuk perang saudara, pengkhianatan dan ketidakjujuran ekonomi.

Pertikaian antara sesama saudara di Negeri Nusantara ini sepertinya bukanlah barang baru bagi siapa pun yang menonton maupun orang-orang yang berada di dalamnya. Sehingga kaum imperialisme barat pun menggunakan kesempatan tersebut sebagai senjata yang ampuh untuk menaklukkan Nusantara dan bukan karena perang melainkan membiarkan kaum pribumi berperang satu sama lain. Sehingga kaum barat mengklaim penjajahan mereka di tanah air tercinta ini selama 3,5 abad adalah sebuah pembodohan belaka demi kepentingan politis bangsa penjajah (Aceh diawal abad 20 masih berbentuk kesultanan berdaulat).

Sejarah, baik dan buruk bukan sekedar suatu hal untuk disesali maupun dikenang saja, akan tetapi dengan mengenal sejarah bangsa ini bisa menyadari identitas dan jati dirinya sebagai bangsa yag besar tetapi dikerdilkan oleh musuh-musuh laten bangsa. Para pendiri bangsa Indonesia tentunya sangat memahami sejarah yang tidak pernah tercatat bahwa Indonesia pernah menjadi Negara Adi Daya  di belahan bumi selatan. Sehingga beliau para pakar dimasa kemerdekaan menyiapkan kemerdekaan bangsa ini dengan suatu konsep ideologi yang bernama Pancasila, dimana Pancasila tersebut merupakan suatu konsep untuk mempersatukan Bangsa Indonesia agar kebesarannya tidak tercabik-cabik kembali seperti negara-negara Nusantara pendahulunya. Konsep ke-Tuhanan yang maju terdepan sebagai wujud sebuah Negara beradab dengan mengedepankan moral-moral agama sebagai penangkal sifat dan karakter negatif setiap manusia. Konsep kemanusiaan, dimana membentuk dan mendoktrin seluruh warga Negara untuk memahami arti manusia sebagai makhluk Tuhan yang sempurna dan anti terhadap penindasan serta menjaga hak-hak dasar sebagai anugerah Sang Khalik kepada kita semua. Konsep persatuan bangsa yang merupakan penangkal dari segala macam perbedaan dan kemajemukan bangsa yang terdiri dari 17508 pulau dengan 700 bahasa serta 300 etnis sehingga diharapkan manusia-manusia Indonesia akan menjadi manusia yang saling menghargai, tidak saling bermusuhan dan meninggalkan sifat pikir sektoral yang merupakan salah satu unsur penghancur bangsa-bangsa terdahulu. Konsep keempat yaitu suatu kerakyatan, kebersamaan dan kegotong royongan antara sesama rakyat Indonesia agar yang kuat membantu yang lemah dan yang lemah maju terus berusaha menjadi kuat, agar yang kaya membantu yang miskin dan yang miskin mau membunuh kemalasannya serta siapa pun yang berada di atas mau untuk terus mengangkat saudaranya yang berada di bawah dan yang di bawah mau untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Yang terakhir adalah konsep keadilan untuk bersama dimana segala sesuatu yang berharga menjadi objek vital bangsa dilindungi oleh Negara dan diolah oleh Negara untuk pemerataan pembangunan bangsa Indonesia menuju kejayaan kembali sebagai bangsa yang besar tetapi tidak kerdil.

 

1 Juni 2012,

Berapa dari komponen bangsa ini yang ingat dan menyadari bahwa 67 tahun yang lalu konsep perumusan ideologi bangsa yang bernama Pancasila disahkan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Indonesia memang berbeda, disaat bangsa lain berlomba-lomba dan bersaing memenangkan perang ideologi kapitalis, liberalis dan komunis tetapi Indonesia tidak bergeming dengan ideologi Pancasila kecuali bagi mereka-mereka yang kurang memahami konsep berbangsa dan bertanah air Indonesia. Sebuah ciri yang masih tersisa dari kebesaran masa lampau dimana kekuatan prinsip pedoman hidup Pancasila yang mencerminkan kebesaran Indonesia dimasa yang akan datang. Tugas bangsa dalam generasi masa kini hanyalah mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia dengan memahami konsep dasar berbangsa dan bertanah air bukan mengotorinya dengan paham-paham lain dari negeri antah berantah.

Untuk Indonesia,

Sriwijaya telah menjadi Majapahit, Majapahit telah menjadi NKRI, maka pertahankanlah Pancasila untuk Merah Putih agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bernama Indonesia.

SevenEleven

About these ads

One thought on “Pancasila: Sebuah Ideologi Pemersatu Perbedaan Bangsa

  1. tavip
    6 June 2012 at 12:44 (UTC 7) (Edit comment) | Delete | Spam |
    Reply
    bagus sekali tulisannya mas, sayang pelajaran mengenai Pancasila saat ini tidak seperi dulu dan tampak tidak Up-date terhadap perkembangan zaman, seharusnya pancasila sebagai sebuah kerangka dalam mempersatukan sebuah negara yang berbeda-beda ini bisa kuat dalam bergolaknya zaman sehingga orang-orang dari tua sampai muda bisa menghayati apa yang ada didalamnya

    Teddy Hambrata Azmir
    6 June 2012 at 13:42 (UTC 7) (Edit comment) | Delete | Spam |
    Reply
    terimakasih vip….

    Itulah, kenapa P4 gak ada lg ya? semakin lemah pertahanan negara ini dalam hal melawan ancaman “tidak nyata”, karena penangkal yg sudah di rancang oleh para pendahulu, kita sendiri yg mengkerdilkannya….

    Shinto
    21 June 2012 at 14:23 (UTC 7) (Edit comment) | Delete | Spam |
    Reply
    setuju mas, sekarang kita selalu mengkambing-hitamkan demokrasi, tapi pelaksanaannya hanya slogan belaka… eh.. sekarang masih ada pelajaran Pancasila ga sih di sekolah…?

    Bambang Ts
    6 June 2012 at 14:23 (UTC 7) (Edit comment) | Delete | Spam |
    Reply
    Sewaktu dijakarta kemaren sempet berdiskusi dengan seorang rekan yang diluar dugaan ternyata cukup konsen terhadap permasalahan Ideologi Negara. dari beliau saya berfikir, bahwa Pancasila bukan pemikiran yang simpel dan dibuat tanpa perenungan mendalam oleh para Founding Fathers Negeri ini yang sadar bahwa Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau dan berbagai suku bangsa dan bahasa memerlukan suatu landasan yang kokoh untuk menjamin keberlangsungannya.

    Teddy Hambrata Azmir
    6 June 2012 at 14:42 (UTC 7) (Edit comment) | Delete | Spam | Link to this comment
    Reply
    Betul masb,

    Monggo di ajak temannya utk bergabung dengan kita….semoga Pancasila tetap jaya…

    Suatu karakter bangsa yg kuat sebenarnya sdh kita miliki dengan Pancasila…akan tetapi karakter tsb melemah oleh kita kita juga….Sedih…:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s